Persahabatan
Ber-12
Tahun
2008 di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) sedang ada pembukaan pendaftaran
murid baru, aku mendaftar ke sekolah tersebut dan keterima menjadi siswi SMA
tersebut, sebulan kemudian mulai masuk sekolah dan aku menepati kelas 10.7. Aku
mempunyai teman yang bernama Estu,Nica dan Essa mereka adalah orang-orang yang
baik, cantik dan solid itu sifat secara keseluruhan. Tapi kalo sifat perorangan
Estu itu orangnya cerewet dan gampang nangis, kalo Nica jutek tapi cantik, dan
kalo Essa orang yang punya kepribadian yang unik menurut aku karna dia baik
banget, selalu ada tapi ngeyel dan
nyebelin. Setahun kemudian ada pembagian kelas baru kejusuan, Aku,Nicaa Estu
dan Essa memilih jurusan yang sama yaitu jurusan IPS dan kami di masukan di
kelas 11.IPS.2 di dalam kelas itu aku dan yang lain mendapat teman baru yang
bernama Ussy,Dinna,Syifa,Diana,Linda,Kania,dan Mytha waktupun berlalu
persahabatan semakin erat setiap hari bersama dan kemana-mana selalu ber-12,
rasanya memiliki sahabat seperti mereka sangatlah sempurna saling mengisi satu
sama lain. Pada suatu hari kami mendapatkan tugas Sejarah dan harus mencari
Veteran untuk mewawancara Veteran tersebut pada saat peperangan, di situ kami
jalan mencari Veteran, rumah demi rumah pun kami singgahi sehingga dapat
Veteran tersebut lalu kami mewawancaranya, senang rasanya melihat kekompakan
itu. Seiring berjalannya waktu sahabatku yang bernama Essa menderita sakit yang
dulu penyakitnya tak terditeksi, sedih rasanya melihat sahabat mau di oprasi
tetapi alhamdulillah setelah di oprasi ia sehat dan kembali ceria walaupun
harus meminum obat herbal yang pait rasanya dan rasa sedihpun kembali terasa
saat ia harus meminum obat itu. Setahun kemudian pergantian kelas dan kami
ber-12 tidak lagi sekelas seperti tahun yang lalu, aku sekelas dengan Estu di
kelas 12.IPS.3, Essa,Ussy,Nica,Dinna, dan Linda menempati kelas yang sama di
12.IPS.4 dan yang lainnya di 12.IPS.2. Hari demi hari yang dilewati semakin
kompak walaupun kami tak sekelas lagi. Pada saat semester 2 yang mendekati dengan
Ujian Nasional sahabatku Essa mengalami penyakit yang sama rasa tak tega dan
sedih pun mulai mendatangi hati kami, tetapi tak di depan Essa kami
mengeluarkan rasa sedih karna kami ingin melihat Essa kuat dan tegar melawan
penyakitnya. Ujian Nasional pun tiba bersyukur Essa masih bisa mengikuti ujian
tersebut walaupun kondisi badan yang sedang sakit. Setelah melewati Ujian
Nasional kami tinggal menunggu hasilnya dan syukur Alhamdulillah
sahabat-sahabatku lulus dengan nilai yang memuaskan hati senang dan bangga. Setelah
kelulusan lalu semua sahabat-sahabat ku mendaftar ke Perguruan Tinggi, walaupun
jarak memisahkan kami tetapi kami masih menjalin komunikasi dengan lancar dan
tak jarang kami bertemu walupun tak semuanya datang. Pada suatu ketika aku
mendapat kabar kalo Essa masuk rumah sakit “Kangker” sangat shock mendapat kabar tersebut, rasanya
ingin menemani hari-hari Essa di rumah sakit tetapi aku mempunyai kesibukan
yang tidak bisa di tinggalkan, pada suatu ketika aku menjenguk ia di rumah
sakit bersama Dianna dan Syifa sedih yang tak terhindarkan melihat sahabat terbaring di tempat tidur menahan kesakitan
sesaat setelah oprasi tetapi ia terlihat ceria dan masih tetap ngeyel sesuai
dengan sifatnya walaupun ia baru selesai oprasi dan selang di mana-mana, di
sela obrolan kami ia memberitahu bahwa ia mengidam penyakit “Kangker” yang
mematikan dan dia berbicara “ besok aku mau di kemoterapi, dan kepala ku pasti
akan botak” mendengar ia berbicara seperti itu rasanya tak bisa berbicara
apa-apa selain diam dan menahan tangis. Dengan semangat hidupnya ia menjadi
relawan pemberi motivasi di rumah sakit ia di rawat, kemo demi kemo ia lewati
dan ia memutuskan rawat jalan sampai satuketika ia memutuskan untuk kembali
belajar di perguruan tingginya, pahala menurut dokter yang merawat Essa, ia
tidak boleh melakukan aktivitas yang membuat ia cape karna kondisi tubuhnya
yang belum stabil tetapi ia tetap melakukan kegiatan tersebut. Samapai satu
ketika ia mulai drop dan kembali di rawat, kondisi tubuhnya semamkin menurun
dan menurun sampai makan pun sudah tidak mau. Lalu keluarganya menelfon
teman-teman Essa agar bisa membujuk atau menemani Essa makan. Teman-teman yang
lain pun datang walaupun tak bersamaan,sampai satuketika aku datang dengan
Syifa untuk menjenguk Essa tiba-tiba ia Essa bilang pengen makan siomay dan jus
alpukat senang rasanya akhirnya ia mau makan juga walaupun harus di keluarkan
lagi, ia bilang ia ingin aku dan Syifa menginap di rumah sakit ia di rawat
akhirnya aku dan Syifa menginap, malam hari melihat yang lain tertidur pulas
Essa pun menahan kesakitan dengan menggesek-gesekan kakinya tak tega rasanya
melihat Essa menderita sakit seperti itu. Pada tanggal 30 Desember 2012 malam
aku mendapat kabar bahwa Essa telah meninggal dunia rasa tidak percaya, sedih
semua campur aduk orang yang aku sayangi telah tiada untuk selama-lamanya,
orang yang jahil, ngeyel,ceria sudah tidak ada lagi. Malam itupun aku bersama
teman-teman yang lain mendatangi rumah Essa sesampainya mobil jenazah di depan
rumah Essa kesedihan mulai terasa lebih lebih dari sebelumnya dan setelah
melihat isi keranda bahwa yang di keluarkan dari keranda itu adalah sahabatku
sendiri tak tahu apa yang ada di fikiran ku, aku hanya bisa menangis dan
menatap kekakuan jasad sahabatku sendiri.
Essa di mana pun kamu berada, aku
yakin allah telah menempatimu di surga sana dan persahabatan kita tidak akan
berhenti sampai di sini, semua yang Allah takdirkan untuk kita itu adalah yang
terbaik. We love you Essa.
Nama : Karlina Indah Purwanti
Kelas : 3EB09
NPM : 23211908
Tidak ada komentar:
Posting Komentar