Rabu, 09 Oktober 2013

Tugas Ke-2 Softskill B.Indonesia

Persahabatan Ber-12

                Tahun 2008 di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) sedang ada pembukaan pendaftaran murid baru, aku mendaftar ke sekolah tersebut dan keterima menjadi siswi SMA tersebut, sebulan kemudian mulai masuk sekolah dan aku menepati kelas 10.7. Aku mempunyai teman yang bernama Estu,Nica dan Essa mereka adalah orang-orang yang baik, cantik dan solid itu sifat secara keseluruhan. Tapi kalo sifat perorangan Estu itu orangnya cerewet dan gampang nangis, kalo Nica jutek tapi cantik, dan kalo Essa orang yang punya kepribadian yang unik menurut aku karna dia baik banget, selalu ada tapi ngeyel  dan nyebelin. Setahun kemudian ada pembagian kelas baru kejusuan, Aku,Nicaa Estu dan Essa memilih jurusan yang sama yaitu jurusan IPS dan kami di masukan di kelas 11.IPS.2 di dalam kelas itu aku dan yang lain mendapat teman baru yang bernama Ussy,Dinna,Syifa,Diana,Linda,Kania,dan Mytha waktupun berlalu persahabatan semakin erat setiap hari bersama dan kemana-mana selalu ber-12, rasanya memiliki sahabat seperti mereka sangatlah sempurna saling mengisi satu sama lain. Pada suatu hari kami mendapatkan tugas Sejarah dan harus mencari Veteran untuk mewawancara Veteran tersebut pada saat peperangan, di situ kami jalan mencari Veteran, rumah demi rumah pun kami singgahi sehingga dapat Veteran tersebut lalu kami mewawancaranya, senang rasanya melihat kekompakan itu. Seiring berjalannya waktu sahabatku yang bernama Essa menderita sakit yang dulu penyakitnya tak terditeksi, sedih rasanya melihat sahabat mau di oprasi tetapi alhamdulillah setelah di oprasi ia sehat dan kembali ceria walaupun harus meminum obat herbal yang pait rasanya dan rasa sedihpun kembali terasa saat ia harus meminum obat itu. Setahun kemudian pergantian kelas dan kami ber-12 tidak lagi sekelas seperti tahun yang lalu, aku sekelas dengan Estu di kelas 12.IPS.3, Essa,Ussy,Nica,Dinna, dan Linda menempati kelas yang sama di 12.IPS.4 dan yang lainnya di 12.IPS.2. Hari demi hari yang dilewati semakin kompak walaupun kami tak sekelas lagi. Pada saat semester 2 yang mendekati dengan Ujian Nasional sahabatku Essa mengalami penyakit yang sama rasa tak tega dan sedih pun mulai mendatangi hati kami, tetapi tak di depan Essa kami mengeluarkan rasa sedih karna kami ingin melihat Essa kuat dan tegar melawan penyakitnya. Ujian Nasional pun tiba bersyukur Essa masih bisa mengikuti ujian tersebut walaupun kondisi badan yang sedang sakit. Setelah melewati Ujian Nasional kami tinggal menunggu hasilnya dan syukur Alhamdulillah sahabat-sahabatku lulus dengan nilai yang memuaskan hati senang dan bangga. Setelah kelulusan lalu semua sahabat-sahabat ku mendaftar ke Perguruan Tinggi, walaupun jarak memisahkan kami tetapi kami masih menjalin komunikasi dengan lancar dan tak jarang kami bertemu walupun tak semuanya datang. Pada suatu ketika aku mendapat kabar kalo Essa masuk rumah sakit “Kangker”  sangat shock mendapat kabar tersebut, rasanya ingin menemani hari-hari Essa di rumah sakit tetapi aku mempunyai kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan, pada suatu ketika aku menjenguk ia di rumah sakit bersama Dianna dan Syifa sedih yang tak terhindarkan melihat sahabat  terbaring di tempat tidur menahan kesakitan sesaat setelah oprasi tetapi ia terlihat ceria dan masih tetap ngeyel sesuai dengan sifatnya walaupun ia baru selesai oprasi dan selang di mana-mana, di sela obrolan kami ia memberitahu bahwa ia mengidam penyakit “Kangker” yang mematikan dan dia berbicara “ besok aku mau di kemoterapi, dan kepala ku pasti akan botak” mendengar ia berbicara seperti itu rasanya tak bisa berbicara apa-apa selain diam dan menahan tangis. Dengan semangat hidupnya ia menjadi relawan pemberi motivasi di rumah sakit ia di rawat, kemo demi kemo ia lewati dan ia memutuskan rawat jalan sampai satuketika ia memutuskan untuk kembali belajar di perguruan tingginya, pahala menurut dokter yang merawat Essa, ia tidak boleh melakukan aktivitas yang membuat ia cape karna kondisi tubuhnya yang belum stabil tetapi ia tetap melakukan kegiatan tersebut. Samapai satu ketika ia mulai drop dan kembali di rawat, kondisi tubuhnya semamkin menurun dan menurun sampai makan pun sudah tidak mau. Lalu keluarganya menelfon teman-teman Essa agar bisa membujuk atau menemani Essa makan. Teman-teman yang lain pun datang walaupun tak bersamaan,sampai satuketika aku datang dengan Syifa untuk menjenguk Essa tiba-tiba ia Essa bilang pengen makan siomay dan jus alpukat senang rasanya akhirnya ia mau makan juga walaupun harus di keluarkan lagi, ia bilang ia ingin aku dan Syifa menginap di rumah sakit ia di rawat akhirnya aku dan Syifa menginap, malam hari melihat yang lain tertidur pulas Essa pun menahan kesakitan dengan menggesek-gesekan kakinya tak tega rasanya melihat Essa menderita sakit seperti itu. Pada tanggal 30 Desember 2012 malam aku mendapat kabar bahwa Essa telah meninggal dunia rasa tidak percaya, sedih semua campur aduk orang yang aku sayangi telah tiada untuk selama-lamanya, orang yang jahil, ngeyel,ceria sudah tidak ada lagi. Malam itupun aku bersama teman-teman yang lain mendatangi rumah Essa sesampainya mobil jenazah di depan rumah Essa kesedihan mulai terasa lebih lebih dari sebelumnya dan setelah melihat isi keranda bahwa yang di keluarkan dari keranda itu adalah sahabatku sendiri tak tahu apa yang ada di fikiran ku, aku hanya bisa menangis dan menatap kekakuan jasad sahabatku sendiri.

Essa di mana pun kamu berada, aku yakin allah telah menempatimu di surga sana dan persahabatan kita tidak akan berhenti sampai di sini, semua yang Allah takdirkan untuk kita itu adalah yang terbaik. We love you Essa.

Nama : Karlina Indah Purwanti
Kelas : 3EB09
NPM : 23211908

Tidak ada komentar:

Posting Komentar